Gerak Cepat, Polisi Grebek Tempat Produksi Miras Oplosan di Jakarta Timur

0
134 views

JAKARTA, PelitaSatu – Polres Metro Jakarta Timur bertindak cepat memburu distributor Miras Oplosan yang menewaskan 10 orang di Jakarta Timur. Polisi langsung melakukan penggerebekan di dua tempat yakni di Duren Sawit dan Cakung.

Dari lokasi tersebut, Polres Metro Jakarta Timur berhasil menyita ratusan plastik miras Gingseng (GG), beserta seluruh bahan-bahan pembuatnya.

“Penggerebekan ada 3 lokasi adalah di Duren Sawit, Cakung, dan Satu lagi dalam waktu dekat akan segera grebek.
Dari hasil gerebek home industri miras ini Polres Metro Jakarta Timur berhasil menyita sita 123 miras dalam plastik. Kemudian ada 9 galon berisi miras siap kemas,” ucap Kapolres Jakarta Timur, KOMBES Pol Tony Surya Putra, SIK, MH saat konferensi press di Mako Polres Jakarta Timur, Kamis (5/4/2018).

Dalam penggerebekan kali ini, Polres Metro Jaktim juga menemukan sebuah plastik yang berisi Alkohol dengan kadar 90 persen. “Kita juga temukan Alkohol murni atau biang miras, dengan kandungan 90 persen, yang menjadi bahan baku oplosan,” kata Kapolres.

KOMBES Pol. Y. Tony Surya Putra, SIK, MH, menjelaskan, bahan-bahan baku lainnya untuk pembuatan miras tersebut diantaranya ada Minuman Bersoda, Minuman Suplemen Sachet, dan Ethanol.

“Jadi awalnya dari bahan baku Alkohol murni dulu, Kemudian dicampur sirup dan softdrink. Ditambah minuman suplemen sachet kemudian diaduk dicampur, jadilah minumanan oplosan ini,” kata KOMBES Pol Y. Tony Surya Putra, SIK, MH.

Dalam penggerebekan tersebut Polres Metro Jakarta Timur juga menemukan uang hasil penjualan miras oplosan sebesar Rp 375.000,00 di Duren Sawit dan Rp 1.300.000,00 di Cakung.

Sementara itu, dari kedua tempat penggerebekan diatas, Polres Metro Jakarta Tomur menangkap 3 orang produsen miras tersebut. 2 orang, yakni BOT (28) dan DW (23), ditangkap di Duren Sawit dan 1 orang yakni ZL (42) di Cakung.

“Satu orang masih jadi DPO kami, yang di cakung,” ucap Kapolres.

Ketiga tersangka ini dikenai Pasal 204 ayat 1 dan 2 KUHP, dan pasal 142 ayat 1 UU RI No. 18 Tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman sanksi pidana maksimal 15 tahun. (eka w)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here