Presiden Jokowi : Menjadi Santri Adalah Menjadi Islam Yang Cinta Bangsa

0
101 views

SOLO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional merupakan penghormatan negara, penghargaan negara, rasa terima kasih kepada para Kiai kepada para alim ulama, kepada para santri dan kepada seluruh komponen bangsa, yang mengikuti teladan para Kyai dan para alim ulama.

“Sejarah telah mencatat peran besar para ulama, Kyai, para santri dalam masa perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Dalam menjaga negara kesatuan Republik Indonesia NKRI dalam menjaga Bhineka Tunggal Ika dan selalu memadu ke Jalan kebaikan ke Jalan Kebenaran ke Jalan Kemajuan,” ungkap Presiden dalam sambutannya saat memimpin Apel Akbar Santri Nusantara 2018 di Benteng Vastenburg, Solo, Sabtu (20/10/2018).

Menurut Presiden, menjadi santri adalah menjadi Islam yang cinta bangsa, menjadi pribadi muslim yang religius dan santri yang berakhlakul karimah sekaligus nasionalis sebagaimana ditawarkan Kyai dan para ulama.

“Sejarah membuktikan, para santri bersama dengan pejuang lainnya mempunyai peran yang sangat penting dalam merebut kembali kedaulatan negara republik Indonesia dari penjajah bangsa asing,” tutupnya.

Menurut Panitia, Apel Akbar Santri Nusantara 2018 yang digelar di Benteng Vastenburg, Solo, ini dihadiri sekitar 48 ribu santri dari 34 provinsi di Indonesia. Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam Apel tersebut diantaranya Ibu Negara Iriana bersama cucunya Jan Ethes Srinarendra, para menteri Kabinet Kerja, Gubernur Jateng Ganjar Prabowo, Forkopimda Jateng, dan Wali Kota Surakarta. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here