Kejari Morotai Panggil 35 Saksi Kasus Lahan Fiktif Rp11 M

0
287 views

MOROTAI, PelitaSatu—Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Morotai mencium adanya indikasi oknum-oknum di Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten  (Setdakab) Kepulauan Morotai melakukan tindak pidana korupsi dengan cara “memainkan” pengadaan tanah fiktif pada tahun 2015.

Hal tersebut terungkap dengan pemanggilan 35 saksi oleh Kejari Kepulauan Morotai, Kamis, 25 Januari 2018, untuk diperiksa atas penanganan kasus pengadaan tanah fiktif tahun 2015 yang melekat di Setdakab Kepulauan Morotai.

Kasipidsus Kejari Kepulauan Morotai, Donal Rettob, kepada awak media, di ruang kerjanya mengatakan, hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terdapat temuan sebesar Rp2 miliar. Tetapi, dari hasil pemeriksaan belum bisa ditentukan berapa jumlah keseluruhan.

“Untuk audit BPK ada temuan sekitar Rp2 miliar, namun itu tidak bisa ditentukan, karena dari hasil temuan dalam pemeriksaan nanti bisa kurang dan bisa lebih,” katanya.

Donal menjelaskan, untuk anggaran pengadaan tanah tahun 2015, yang melekat di Setdakab Morotai sebesar Rp11 miliar lebih diduga fiktif. Meski sejauh ini pihak kejaksaan belum bisa menetapkan siapa tersangkanya, tetapi sinyal keterlibatan orang penting di Setdakab begitu kuat. Dia tetap belum mau memberikan inisial tersangka, lantaran prosesnya masih dalam pengembangan dan pemanggilan saksi-saksi.

“Intinya sudah sekitar 35 orang saksi yang kita panggil. Kasus ini akan terus dikembangkan dan untuk penetapan tersangka akan secepatnya kita sampaikan,” kata Donal singkat memutus desakan awak media tentang dugaan awal tersangkanya. (Rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here