Etika Makan Ternyata Perlu Ditanamkan Sejak Dini

0
376 views
Foto: RRI

SURABAYA, PelitaSatu Etika makan penting dikenalkan sejak usia anak-anak. Dengan kebiasaan yang ditanamkan sehari-hari itu maka dapat mendidik karakter anak. Hal itu diterangkan secara detail oleh Arya Putra Sundjaja S.E. B.B.A, Chef Ottimo Internasional tentang bagaimana etika makan yang benar.

“Memang harus ada etikanya, mulai pertama datang, duduk di depan meja makan, memegang garpu dan sendok serta beberapa peralatan makan, dan lainnya, jadi harus ada teknik-tekniknya. Table Manner yang berlangsung singkat ini diharapkan mampu memberikan wawasan baru tentang bagaimana etika makan yang benar dan bisa dipraktikan selanjutnya,” ungkap Arya Putra disela memberika pemahaman kepada siswa-siswi Great Crystal School and Course Center, Selasa (6/2).

Praktek etika makan ini mendapat antusias dari siswa. Sejumlah siswa dan walimurid maju satu persatu untuk memperagakan cara makan, mulai makanan pembuka, sampai makanan inti dari berbagai versi. Salah satu siswa yang berkesempatan belajar adalah Daryll siswa kelas 5.

“Iya jadi tahu, setelah praktek duduk di meja ada sesi makan sup, kami suka,” kata Daryll dengan tersenyum.

Dalam pemaparannya, pemateri menyampaikan salah satu hal penting yang harus diperhatikan ketika makan sup adalah tidak mengeluarkan suara, menggunakan sendok dari sisi samping bukan dari depan. Setelah selesai makan, pemateri menyampaikan cukup mengusap mulut dengan kain tipis-tipis, bukan dengan mengusap keseluruhan mulut.

Diakhir acara, pemateri memberikan tips etika makan yang

berhubungan dengan peringatan tahun baru China salah satunya tentang pemakaian sumpit.

“Kita tidak diperkenankan mengoper makanan menggunakan sumpit. Kita bisa memindahkan makanan dari piring ke piring. Hal lain yang tidak boleh dilakukan lagi adalah jangan sampai mengaduk-aduk makanan,” terang Arya.

Dikesempatan lain, Deputy Great Crystal School, Mifta Churohman menerangkan jika Table Manner ini diadakan untuk memberikan pengalaman belajar yang baru kepada siswa-siswi.

“Jadi bisa sambil mengisi akhir pekan, bisa mendapatkan ilmu berharga dari pemateri yang berkompeten tentang Table Manner. Para siswa dan walimurid dengan antusias mengikuti Table Manner hingga selesai,” pungkasnya. (rri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here