Indonesia Corporate Responfisibility Award II – 2018 Digelar di Crown Plaza Jakarta

0
198 views

Jakarta, PelitaSatu – Sebagai upaya mewujudkan sinergisitas antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, untuk kedua kali nya diadakan perhelatan serupa oleh pendiri Indonesia Asia Institute-Economi- Revew H. RAy. Erlisa Rachmadiana, S.Sn, MM. yakni Indonesia Corporate Responfisibility Award II – 2018. Melalui acara ini para finalis diberi penghargaan Khusus, yang mana penjurian dilakukan oleh pakar dan juri independent.

Melalui CSR pihak perusahaan diharapkan dapat memenuhi kepentingan masyarakat. Wacana tanggung jawab perusahaan terhadap sosial kemasyarakatan masih menjadi isu sentral yang ditempatkan pada posisi penting, karena belakangan ini kian banyak perusahaan semakin memahami esensi dan manfaat dari CSR.

Memasuki penyelenggaraan yang ke dua kalinya, penanugrahan ICSRA – II 2018 ini, kami mengharapkan keteladanan CSR Perusahaan peraih penghargaan ICSRA dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lainnya untuk terus berkuntribusi bagi kesejahteraan masyarakat secara luas. Tentunya selaras dengan “core business”nya serta tidak membawa dampak buruk bagi masyarakat itu sendiri dan lingkungannya, ujar ketua penyenggara ICSRA II 2018 yang akrab dipanggil mbak Nana Irlisa ini.

Dalam acara yang sama DR. Ayu Ekasari, SE, MM. memaparkan, Penjurian melibatkan unsur independent murni. Penilaian peserra dilakukan berdasarkan kegiatan CSR perusahaan pada tahin 2016-2017.
Secara umum Dewan Juri menilai bahwa, kreatifitas program CSR unggulan dan kesungguhan perusahaan melakukan kegiatan CSR diantaranya Publikasi Kegiatan CSR 20%, Keterlibatan Stakholder 20%, Cakupan Kegiatan CSR kesehatan, lingkungan, pendidikan dan sosial 40%, Dampak jangka panjang CSR bagi masyarakat sasaran sebesar 20%.

Ayu juga menambahkan, yang terpenting disini Perusahaan harus dapat menciptakan nilai ekonlmis (economic value) bagi dirinya, sehingga tercipta pula nilai bagi masyarakat (value for society). Dengan demikian perusahaan sudah mempraktekkan “shared value” yakni memasukkan isu isu sosial kedalam strategi perusahaan. Tentunya hal yang demikian membutuhkan pergeseran cara pandang dilevel manajemen puncak.
Lalu bagaimamana perusahaan dapat mewujudkan Creating Shared Value ?
Lerusahaan tidak hanya menjalankan kewajiban sosial semata, namun juga menebarkan kebajikan karena ikut membantu masyarakat mengatasi masalah sosial yang mereka hadapi, menjelaskan.
(W.Eka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here