Reuni SMPN 7 Denpasar Angkatan’87 Menjadi Motivator Positif Bagi Para Alumnus dan Pihak Sekolah

0
328 views

BALI, PelitaSatu – Tema yang cukup menarik, ” Persahabatan Selamanya” menjadi penyemangat dalam acara reuni alumnus kelulusan SMPN 7 Denpasar tahun 1987 ini.

Terlantum dalam bait doa yang di bacakan Erawati, mengantarkan suasana semakin lebih akrab serasa seisi ruangan kembali ke masa masa yang mereka pernah jalani bersama yakni mengenang masa putih biru saat masih sekolah di SMPN 7 denpasar.

Terlebih soundtrack yang di buat khusus oleh Jhon Arant dan Rudy Solo tune memambah suasana semakin larut mengkhusukkan segenap peserta acara tesebut menjadi hening. Disini nampak kepanitian reuni sangat baik serta terpimpin dengan professional.

Dibawah kepanitian yang diketuai oleh Putu Wijaya Kesuma, menyampaikan melalui pidatonya, bahwa seyogyanya silaturahmi memiliki makna yang sangat penting. Utuk lebih jauh berdiskusi, bertukar pikiran, saling memberi serta membagi keberhasilan yang telah dicapai.

Reuni kali ini juga bernfaat untuk kebersamaan menuju keberhasilan yang lebih gemilang, kata pengusaha muda yang telah bersinar di dunia usaha dan bussines sejak masih kuliah ini.

Tambahnya, pertemuan kali ini kami berharap kedepan menjadi awal yang lebih baik. Ikatan persahabatan dan persaudaraan yang lebih erat.

Mudah mudahan nanti dapat terwujud wadah yang lebih besar dalam pergerakannya kedepan dapat merangkul impian setiap angkatan yang ada nantinya, harapnya.

Wiwin, panggilan akrab ketua panitia ini juga mengatakan,
“melalui reuni ini, agar kita semua dapat memetik hikmah yang baik dari sepanjang 31 tahun jalan yang telah kita lalui”.

Disela acara salah satu penggagas A.A. Made Agung menyampaikan juga sebanyak 130 alumnus SMPN 7 Denpasar angkatan tahun 1987 berkumpul untuk menggelar reuni ini. sebenarnya masih banyak yang mau gabung, karena terhimpit waktu dan lain hal, ya kami lakukan seadanya.

“Angkatan 87 adalah golden era. Karena jaman itu adalah banyak pilot project. Inilah hasil-hasilnya, 90 persen sukses,” katanya.

Kepala SMPN 7 Denpasar, Titik Wahyani, S.Pd menyampaikan, selama 31 tahun berpisah dan kini berjumpa adalah pengalaman yang luar biasa. Dan melalui reuni ini, merupakan bentuk syukur mengenang kejadian 31 tahun lalu.

Dalam kesempatan itu, kepala sekolah juga mengenang masa lalu saat bersama alumni, yakni sering melempar kapur dan penghapus papan, karena tidak didengarkan oleh siswa saat mengajar bahasa Inggris.

“Pertemuan ini semoga menjadi awal bersatunya kembali para alumni. Dan reuni ini bukan hanya ajang silaturahmi mengenang masa lalu saja. Melainkan juga saya harapkan sebagai ajang untuk bekerjasama dibidang apa saja. Pertemuan yang indah agar diisi dengan saling bantu antar teman,” ujarnya seraya mengajak untuk menjadikan reuni ini sebagai kegiatan yang positif, demi kemajuan bangsa dan negara.

Pihaknya juga meminta agar para alumnus untuk saling mendukung dibidang apa saja. Selain itu, kepala juga berpesan agar para alumnus sering mampir ke sekolah. “Kedatangan alumnus ke sekolah membuat siswa-siswi atau adik-adik kelas bangga, dan mereka juga ingin berhasil seperti para alumni ini,” terangnya.

Dalam reuni tersebut, alumnus angkatan tahun 87 ini juga menyumbangkan satu unit LCD Proyektor. Selain itu, juga bingkisan kepada guru-guru yang hadir sebagai kenang-kenangan. Dan reuni ini ditutup dengan pementasan Sekaa Topeng Inovatif (STI) Bali sebagai acara penghibur. (way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here