Regenerasi Pengrajin Keris Sumenep Harus Diteruskan Demi Lestarikan Budaya Leluhur

0
294 views

SUMENEP, PelitaSatu – Menumbuhkan kembali atau Regenerasi pengrajin keris di Desa Aeng Tong-Tong Kecamatan Saronggi, harus dilakukan untuk mempertahankan pengrajin keris (empu) di Sumenep.

Hal ini menjadi tantangan pengrajin (empu) keris di Sumenep saat ini mengenai regenerasi pengrajin keris untuk tetap mempertahankan produksi keris, sehingga kerajinan ini tidak sampai putus dan terus berlanjut di masa mendatang.

Bupati Sumenep Busyro Karim mengatakan, empu, sesepuh dan pelaku keris di Desa Aeng Tong-tong harus terus menularkan ilmu dan keahliannya kepada generasi muda di desanya guna melestarikan tradisi luhur kepada generasi muda sebagai penerus di Sumenep.

“Saya meminta empu (pengrajin) dan sesepuh pelaku keris Desa Aeng Tong-Tong tidak bosan-bosan mengajari anak-anak muda di desanya membuat keris, demi melestarikan tradisi luhur kepada generasi muda sebagai penerus.” ujar Busro Selasa (20/03/2018).

Apalagi UNESCO sudah mengakui Kabupaten Sumenep sebagai daerah pemilik pengrajin keris terbanyak di dunia yang mencapai 640 orang, dan pengrajin terbanyak berada di Desa Aeng Tong-Tong Kecamatan Saronggi.

Menurut Busro, Pengakuan UNESCO menjadi kebanggaan sekaligus tantangan semua pihak, agar mampu mempertahankan dan memanfaatkan keunggulan dengan sebaik-baiknya, sebab keris merupakan warisan budaya paling sulit dipertahankan kelestariannya, berbeda dengan batik, wayang, angklung maupun tari.

Busro menambahkan, pemkab Sumenep secara resmi telah menetapkan Desa Aeng Tong-Tong sebagai “Desa Keris” ini menjadi tantangan bagi masyarakat untuk semakin produktif berkarya di dunia perkerisan untuk mengangkat citra dan identitas Desa serta Kabupaten Sumenep di mata internasional. (rri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here