Bukalapak Ajari 300 Pelaku UMKM Kota Malang Jualan Online

0
212 views

MALANG – Di era perkembangan teknologi yang kian pesat seperti sekarang ini, pemanfaatan teknologi turut mempengaruhi kinerja pemasaran suatu produk. Namun demikian, ternyata masih banyak pelaku UMKM yang hanya mengandalkan pemasaran produk secara konvensional.

Untuk itu, sekitar 300 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Malang belajar mengenai cara pemasaran barangnya melalui online dalam kegiatan bertajuk ‘Sosialisasi Belanja dan Jualan Online’ di Aula Pertaminal Polteknik Negeri Malang (Polinema), Kamis (11/10).

Kegiatan ini digelar atas kerjasama pemerintah, lembaga pendidikan dan Bukalapak sebagai salah satu situs jual beli online di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Asrul Tsani selaku Ranger Komunitas Bukalapak Malang mengungkapkan, bahwa melalui kegiatan ini diharapkan seluruh pelaku UMKM dapat memiliki akun untuk berjualan online.

“Setelah memiliki akun, pelaku UMKM diharapkan dapat memasang produknya ke situs jual beli online. Untuk keperluan itu, platform Bukalapak dibuat sesederhana mungkin sehingga setiap orang bisa jualan dengan mudah di Bukalapak,” ujar Asrul.

Menurut Asrul, pelaku UMKM memiliki kontribusi yang cukup besar di Bukalapak, sehingga penjual atau seller dari kalangan UMKM perlu ditingkatkan, salah satunya dengan kegiatan sosialisasi. Sosialisasi Bukalapak ini, lanjut Asrul, tidak hanya dilakukan di Malang, tetapi dilaksanakan hampir di seluruh Indonesia.

“Sekarang saja, sudah ada sedikitnya 100 kota yang memiliki komunitas seller di Bukalapak. Kebanyakan komunitas itu adalah dari kalangan UMKM,” ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Malang Sutiaji mengatakan bahwa Pemerintah Kota Malang siap mendukung UMKM ‘go digital’ mengikuti perkembangan zaman.

Sebab menurutnya, di era industrialisasi 4.0, pasar UMKM tidak hanya lokal, namun juga harus merambah internasional.

“Sehingga campur tangan teknologi diperlukan di sisi pemasaran produk UMKM. Untuk itu, pemerintah berperan memberikan pendampingan agar mampu bersaing di pasar global,” ujar Sutiaji.

Pendampingan tersebut, lanjut Sutiaji, meliputi pendampingan manajemen keuangan, pendmpingan produksi, dan pendampingan pemasaran. “Selain melalui online, Pemerintah juga akan membantu pemasaran secara konvensional dengan menyediakan ruang bagi produk UMKM untuk dipasarkan,” pungkasnya. (rri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here