Pemerintah Akan Bangun 1.200 Hunian Sementara Untuk Warga Korban Gempa Palu Donggala

0
160 views

JAKARTA – Pemerintah akan membangun Hunian Sementara sebanyak 1.200 hunian yang diperuntukkan bagi korban bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Hal itu disampaikan Menteri Koordinasi bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto usai memimpin rapat koordinasi terbatas di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (15/10).

“Ini tadi dihitung sementara ada 1.200 lokasi masing-masing kali 12. Tapi ini sementara karena hitungan sementara belum selesai. Hitungan sementara masih kita hitung dari jumlah pengungsi,” kata Wiranto.

Lebih lanjut Wiranto mengatakan, hunian tersebut direncanakan akan dibangun dalam bentuk barak. “Dalam satu barak diperkirakan di huni oleh 12 keluarga. Nantinya, barak tersebut juga akan dilengkapi dengan MCK, dapur, dan fasilitas rumah tangga lainnya,” jelasnya.

Menurut Wiranto, saat ini terdaftar jumlah pengungsi ada 65.000. “Dari jumlah ini diperkirakan hanya separuhnya atau sekitar 30.000 saja yang akan kembali ke rumah masing-masing karena rumahnya tidak hancur,” imbuhnya.

Sementara Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, hunian sementara ini merupakan transit sampai dengan hunian tetap dan relokasi permukiman selesai. Pembangunan Huntara yang ditargetkan rampung dalam 2 bulan ini akan dibangun di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala.

“Tiga lokasi menjadi kandidat untuk relokasi permukiman warga di Palu, yakni Kelurahan Duyu, Tondo dan Pombewe,” kata Basuki.

Menurut Basuki, pembangunan sebanyak 1.200 unit Hunian sementara itu akan dapat menampung 14.400 keluarga. “Huntara yang dibangun dengan model knockdown berukuran 12 x 26,4 meter persegi, dibagi menjadi 12 bilik dimana setiap biliknya akan dihuni oleh satu keluarga,” paparnya.

Adapun 1.200 unit huntara yang akan dibangun, lanjut Basuki, merupakan tahap pertama sambil menunggu perkembangan data pengungsi yang membutuhkan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here