Proses SMPTN 2019 Berubah, Ini Penjelasan Menristekdikti

0
114 views

JAKARTA – Proses Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) pada tahun 2019 mendatang, akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir mengatakan, para peserta harus mengikuti tes dulu sebelum mendaftar ke perguruan tinggi. Kemudian, berdasarkan nilai yang didapat itulah peserta bisa mendaftarkan diri ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang diminatinya.

“Kalau tahun sebelumnya peserta daftar dulu baru tes, maka ketentuan di tahun 2019 adalah tes dulu kemudian dapat nilai. Nah nilai tersebut dipakai untuk mendaftar ke perguruan tinggi negeri,” kata M. Nasir dalam konferensi pers di Ruang Sidang Utama, Gedung D Kemenristekdikti , Jakarta, Senin (22/10).

Menristekdikti pun menjelaskan, bahwa pada pelaksanaan SBMPTN 2019 hanya ada satu metode tes yaitu Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dengan dua materi tes, yakni Tes Potensi Skolastik dan Tes Kompetensi Akademik.

“Mulai tahun mendatang metode Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) ditiadakan dan UTBK berbasis Android sementara belum diterapkan (masih dikembangkan),” ujar M. Nasir.

Sementara Ketua Panitia SBMPTN 2018 sekaligus Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Ravik Karsidi menyebutkan, peserta tes seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri 2019 dapat mengikuti UTBK maksimal sebanyak dua kali, dengan membayar uang pendaftaran UTBK sebanyak Rp. 200.000 pada setiap tes.

“Peserta dapat menggunakan nilai tertingginya dalam mendaftar program studi yang diinginkan, pada dua kali UTBK, dengan jenis soal akan sama, namun pertanyaannya akan berbeda. Hal ini bertujuan menjaring calon mahasiswa yang berkualitas serta sesuai perkembangan teknologi informasi di era digital,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pola seleksi masuk PTN tahun 2019 akan dilaksanakan melalui tiga jalur yaitu, yakni jalur penelusuran minat dan bakat atau Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dengan kuota minilai 20% dari daya tampung tiap prodi (program studi) di PTN.

Selanjutnya Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dengan kuota 40%, dan Ujian Mandiri, dengan kuoa maksimal 30% dari kuota daya tampung tiap prodi di PTN. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here