Sekarwati Ajak Masyarakat Internalisasikan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari

0
72 views

Pelitasatu.co.id, Kebumen – Fungsionaris Partai Golkar Sekarwati, S.Sos., M.Si menegaskan bahwa Pancasila merupakan ideologi yang sudah sempurna untuk Bangsa Indonesia. Hal itu ditegaskannya dalam Pendidikan Politik yang digelar DPP Partai Golkar bertema “Pemantapan Ideologi Kebangsaan dan Kepartaian”, di Kebumen, Kamis (27/12).

Bagi Sekarwati, Pancasila merupakan ideologi yang sangat cocok untuk keadaan bangsa Indonesia dan Pancasila mempunyai nilai-nilai yang tidak ada pada ideologi bangsa lain. Sebagai dosen ilmu politik di kampus UPNV JAKARTA, Sekarwati dapat menyampaikan dengan gamblang dan rinci kebutuhan Bangsa Indonesia untuk tetap menjaga dan menginternalisakan nilai-nilai ideologi bangsa yang sangat sempurna dalam Pancasila di kehidupan sehari-hari.

Menurut Sekarwati, Indonesia sangat rentan perpecahan jika masing-masing anak bangsa tidak menyadari kekuatan dan kelemahan sebagai sebuah bangsa. Oleh karena itu Sekarwati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan serta menjaga kesatuan bangsa, termasuk partai politik.

“Partai politik adalah penyatu bangsa. Partai politik memiliki fungsi sebagai mediator konflik. Oleh karena itu partai politik harus mampu menjalankan tugas dan fungsinya tersebut, dan bukan sebaliknya. Jangan sampai partai politik justru menjadi sumber konflik bangsa, ” tegas Sekarwati.

Hal senada juga dikatakan Pengamat Politik Dendy Susianto, M.Si. Menurutnya, proses berbangsa dan bernegara itu memang berdinamika, kadang kita juga memiliki perbedaan kepentingan kebutuhan ataupun pendapat terhadap sesuatu hal. Namun kalau semua pihak berkomitmen untuk saling menjaga persatuan dan kesatuan termasuk partai politik maka perbedaan tersebut tidak akan membuat Bangsa Indonesia pecah.

Dendy juga mengkaitkan dengan fenomena menjelang pemilu serentak 2019 yang akan dihadapi oleh Bangsa Indonesia beberapa bulan ke depan. Menurutnya, dalam kontestasi politik tersebut, maka internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam sila ketiga Persatuan Indonesia akan diuji.

“Karena kita akan menghadapi berbagai perbedaan pilihan, baik perbedaan partai politik, Calon presiden maupun calon DPD. Perbedaan-perbedaan tersebut kadangkala melupakan bahwa kita adalah satu bangsa yang sama. Dengan ideologi yang sama. Oleh karena itu menurut saya, penting sekali partai politik berperan dalam hal itu,” ungkap Dendy.

Lebih lanjut menurut Dendy, meskipun berbeda dalam memperjuangkan rakyat, namun partai politik harus bersepakat bahwa cara boleh berbeda tapi ideologi tetap sama. “Dan kepentingan tetap sama, yaitu untuk mengesampingkan kepentingan individu dan kelompok tapi lebih fokus untuk memperjuangkan kepentingan yang lebih besar yaitu kesejahteraan Bangsa Indonesia,” jelas Dendy.

Sementara KH. Gus Nur Alim yang terkenal sebagai tokoh masyarakat Kebumen yang disegani dan dihormati, menekankan juga bahwa masyarakat harus mendukung dan menjalani Pancasila sebagai dasar negara tanpa ada keraguan sedikitpun. Karena Pancasila tidak pernah bertentangan dengan dasar nilai agama-agama di Indonesia. Bahkan Pancasila menguatkan nilai-nilai luhur yang ada di Agama masing-masing di Indonesia.

Selain itu tokoh agama yang juga seorang motivator ini menghimbau agar masyarakat lebih cerdas dalam menanggapi isu-isu yang tersebar lewat media online yang seringkali bermaksud untuk menyebar ketakutan, kecurigaan dan saling membenci diantara sesama warga masyarakat.

“Kalau dapat informasi yang tidak jelas sumbernya, biasakan untuk tabayyun, jadi harus diklarifikasi dulu benar tidaknya berita tersebut jangan lantas ditelan mentah-mentah bahkan sengaja disebarluaskan lebih lanjut. Karena sebagai negara besar yang multikultural, Bangsa Indonesia sangat mudah diadu domba,” kata KH. Gus Nur.

Acara ditutup dengan doa bersama yang sangat menyejukkan dan menyemangati masyarakat untuk terus menjalankan nilai-nilai ideologi Pancasila dalam kehidupan sehari-harinya. (Yoga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here