Peserta Pemilu dan Seluruh Elemen Masyarakat Harus Turut Mewujudkan Pemilu Berkualitas

0
106 views

Pelitasatu.co.id, Banjarnegara – Sofyan Al Qodrie, ST mengajak seluruh peserta pemilu 2019 yaitu partai politik, maupun pasangan capres-cawapres untuk mematuhi peraturan yang ada, sehingga dapat mewujudkan kampanye yang damai, bersih, dan demokratis. Hal tersebut disampaikan Sofyan dalam kegiatan Pendidikan Politik yang diselenggarakan oleh DPP Partai Golkar di RM Sri Rahayu Banjarnegara, Sabtu (26/01).

Menurut Sofyan yang merupakan penyelenggara pemilu, untuk mewujudkan pemilu berkualitas maka baik peserta kampanye maupun pendukungnya jangan saling mencaci maki, menyalahkan apalagi memaksakan kehendak.

“Paslon, tim kampanye, dan para pendukung juga harus memotori semangat persatuan dan persaudaraan dan menyatakan siap menciptakan pemilu berkualitas dan damai demi terwujudnya kemajuan Indonesia dan terjaganya keutuhan NKRI,” ungkapnya.

Senada dengan Sofyan, Sekarwati, M.Si sebagai Fungsionaris Partai Golkar yang juga menjadi salah satu nara sumber menjelaskan bahwa pemilu berkualitas harus diupayakan semua pihak tanpa terkecuali.

“Jadi bukan cuma penyelenggara pemilu atau peserta pemilu tapi juga seluruh masyarakat sebagai pemilih,” ungkapnya.

Menurutnya, Pemimpin yang baik lahir bukan hanya karena kapasitas, kapabilitas dan integritas dirinya semata tapi juga ditentukan oleh pemilih yang cerdas dan proses pemilihan yang demokratis.

“Masyarakat harus mampu menggunakan hak suara secara cerdas dengan melihat rekam jejak karakter serta visi dan misi para calon. Dan memilih tanpa hoax, money politic dan SARA,” kata Sekarwati mengingatkan peserta pendidikan politik yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat sebelum mengakhiri sesinya.

Sementara sebagai konsultan politik dan ketua relawan politik merah putih, Sigit Wijayanto juga mengungkapkan keprihatinannya terkait pengalamannya di lapangan tentang menguatnya isu SARA.

“Sentimen berlatar SARA masih menjadi persoalan serius dalam kehidupan demokrasi di Tanah Air. Kampanye berbau SARA hampir selalu hadir di setiap kontestasi politik,” ungkapnya.

Hal ini menurutnya mengingkari pluralitas yang menjadi jati diri bangsa ini. Identitas Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, biar berbeda-beda Bangsa Indonesia tetap satu. Karena perbedaan justru harus menjadi elemen yang mengokohkan satu sama lain.

Sigit juga mengingatkan tentang Media sosial, yang dipastikan menjadi pilihan para calon sebagai sarana komunikasi yang efektif dan murah namun punya potensi sebagai sarana untuk pertengkaran dan adu domba serta menyebar kebencian.

“Padahal berbeda pilihan adalah hakikat dari proses demokrasi. Namun, perbedaan itu harus kita yakini akan membawa kebaikan jika lahir dari para pemilih yang yang cerdas, yang tidak mengingkari kemajemukan,” jelasnya.

Karena itu Sigit mengapresiasi kegiatan pendidikan politik yang dilakukan Partai Golkar.

“Pendidikan politik yang dilakukan partai politik seperti Partai Golkar menjadi sangat penting karena menjadi pemandu dalam kerangka keikutsertaan masyarakat dalam pemilu sehingga masyarakat memahami tujuan pemilu sekaligus menjadi masyarakat sadar politik dan pada akhirnya menjadi pemilih yang cerdas, ” ujar Sigit.

Sebagai penutup, panitia mengingatkan untuk meramaikan tahun politik 2019 dengan cara berpemilu yang berintegritas dan cerdas, sehingga dapat menghasilkan pemilu yang berkualitas. Dan jangan sampai golput, karena golput bukanlah pilihan politik yang tepat dalam sistem demokrasi kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here